Arsitek lanskap

Kamboja fosil

Ketika mendengar nama tanaman kamboja pasti kalian terbesit dengan tanaman yang mengeluarkan wangi harum, bunga yang indah dan daun yang lebar, itu lah gambaran umum tanaman kamboja, tanaman bernama ilmiah Plumeria rubra ini banyak digunakan sebagai penghias halaman rumah maupun taman hotel dan perkantoran, bunga tanaman ini juga selalu hadir pada ritus ritual upacara umat hindu bali, sehingga bisa dikatan tanaman kamboja umumnya digunakan sebagai penghias dan spiritual.

Fosil merupakan jejak atau sisa dari kehidupan baik yang langsung atau tidak langsung, selanjutnya terawetkan di dalam lapisan kulit bumi, terjadinya secara alami dan memiliki umur geologi. Fosil memiliki bahasa latin fossa yang artinya “menggali dari dalam tanah” adalah sisa atau bekas dari makhluk hidup yang kemudian mengeras berubah menjadi batu atau mineral. itulah makna fosil secara umum kwkw, tapi apa sangkut pautnya dengan tanaman, 

Fosil pada tanaman merujuk pada makna umur, jadi bisa dikatan fosil dimaknai sebagai sesuatu yang sudah tua atau mengalami perubahan morfologi, pada tanaman, hal ini bisa kita lihat dari pertumbuhan yang lambat, lapisan kulit kayu yang mengeras, untuk ilstilah ilmiahnya saya belum ketemu, tetapi secara pemahaman kasat mata kita bisa lihat dari postur tanaman itu sendiri, 

Sumber : The drawers house I Mia design studio – www.arcdaily.com

Proses tanaman kamboja menjadi fosil membutuhkan waktu yang tidak sedikit dan morfologi batang sangat dipengaruhi oleh proses pemangkasan, jadi bisa dikatakan kamboja fosil seperti tanaman bonsai tetapi dengan ukuran medium, karena hal tersebut jugalah membuat harga kamboja fosil cukup tinggi dibanding tanaman seukurannya, sehingga meletakan kamboja fosil pada taman seperti memasang instalasi seni, kita harus memahami keindahan dari setiap bagian dari tanaman serta lokasi itu sendiri

Didalam elemen perancangan sendiri, tanaman fosil bisa dianggap sebagai tanaman high end alias tanaman tingkat tinggi, karena hampir dikombinasikan dengan tanaman lainnya atau beridiri sendiri pun tetap indah, perlambatan pertumbuhan menyebabkan pertumbuhan akar juga melambat, hanya ini cukup baik karena tidak merusak kontruksi, hal ini lah yang membuat tanaman kamboja fosil sering menjadi tanaman pilihan untuk kolam renang

Sumber : Far Sight House I Marc Tey Photography – www.arcdaily.com

Seperti pada rancangan wallflower architecture, tanaman terintegrasi dengan kolam renang dan atap, salah satu pertimbangan tanaman kamboja pada area dengan kolam renang adalah jenis daun yang besar dan jumlahnya yang sedikit, hal tersebut memudahkan dalam perawatan kolam renang saat daun jatuh

Sumber : Uluwatu house I SAOTA I Adam Letch – www.arcdaily.com

Kulit kayu yang bertekstur kasar dan berbukuu memberikan nilai estetik yang indah apabila disinari cahaya sorot, hal ini membangun imaji elegant pada tanaman kamboja fosil, sehingga paradigma yang terbangun pada kamboja fosil adalah tanaman berkelas yang hadir pada ruang hospitality atau rekreasi.

Tentu masih banyak hal yang menarik bisa kita diskusikan tentang tanaman kamboja fosil, entah tanaman fosil itu sendiri, untuk informasi lebih lanjut silahkan kunjungi daftar tanaman pohon uma landscape

Komentar on Kamboja fosil

Tinggalkan komentar

WhatsApp chat