Arsitek lanskap

Tanaman air penghias taman

Tanaman air merupakan tanaman yang tumbuh pada daerah berair, seperti rawa ataupun sungai, jenis-jenisnya pun beragam, ada yang akarnya sampai pada dasar tanah ada juga yang mengambang, untuk lokasinya ada yang berada di tengah air dan juga ada di tepian, secara umum tanaman air sangat bergantung dengan keberadaan air, sehingga kekurangan air dalam waktu tertentu akan membuat tanaman ini layu, berikut daftar tanaman air yang sudah kami kumpulkan :

1. Apu-apu –Pistia stratiotes

Tanaman dengan nama lain kapu-kapu dan dalam bahasa inggris  disebut sebagai water cabbage, merupakan tanaman air bertipikal mengambang, akarnya tidak menjulur sampai ke dasar air, memiliki banyak fungsi seperti penyaring zat kimia, penutup permukaan air, (berhubungan dengan pertumbuhan lumut hijau) serta fungsi estetik penghias taman, tanaman ini bersifat invasif atau cenderung mendominasi apabila tidak dibatasi pertumbuhannya, sehingga dapat dikatakan tanaman ini membutuhkan perawatan yang cukup intens

2. Bambu air B – Equisetum Hyemale L

Dikenal juga dengan nama ekor kuda merupakan tanaman paku-pakuan, jadi dia bukan masuk tanaman keluarga bambu bambuan lo kwkwkw, namanya aja bambu karena memiliki buku, dapat hidup di air yang menggenang serta semi basah seperti tepian sungai, sangat bagus diletakan pada area terkena matahari langsung, cocok menjadi pembatas karena struktur dari tanaman menjulang tegak lurus

3. Calla lily – Zantedeschia aethiopica

Merupakan tanaman yang suka traveling, bagaimana tidak, tanaman ini berasal dari afrika nun jauh dimata kwkwk, warna bunga ini cukup beragam tetapi warna putih lah yang paling banyak terlihat, perakaran berupa umbi, penanaman pada tanah yang berair atau becek adalah tempat ideal bagi tanaman ini, pada lanskap arsitektur tanaman calla lily cocok menghiasi pinggiran kolam ataupun menjadi tanaman penghias pinggiran dinding, daun yang monokrom memberi kesan tanaman yang tidak mendominasi sehingga tidak terasa riuh apa bila digabungkan dengan tanaman lainnya

4. Dlingo – Acorus calamus

Dikenal juga dengan nama jeringau merupakan tanaman dengan akar rimpang, menyukai tanah yang menggenang, pemanfaatannya lebih kepada tanaman herbal atau kesehatan, tetapi menurut pribadi saya sendiri, tanaman ini cukup potensial untuk digunakan sebagai tanaman hias kwkwkw, daun yang berbentuk dan berwarna seperti pandan, dengan ketinggian yang tergolong rendah tanaman ini cocok untuk dijadikan buffer zone pada area sungai atau rawa, sayangnya tanaman ini belum banyak dikenal petaman di indonesia maupun dunia hahaha

5. Eceng gondok – Eichhornia crassipes

Merupakan tanaman invasif yang membuat banyak masalah di indonesia, bagaimana tidak eceng gondok memiliki perkembangbiakan yang sangat tinggi, hal ini menyebabkan oksigen didalam air mengalami pengurangan secara signifikan dan menyebabkan ikan mati, eceng gondok dapat menjadi indikator alami apakah tempat tersebut memiliki pencemaran yang tinggi, semakin tercemari semakin sehat tanaman ini, mengingat sifatnya yang invasif penanaman tanaman ini dikolam perlu dipertimbangkan dengan baik karena memerlukan perhatian yang ekstra

6. Frogbit – Limnobium laevigatum

Seperti eceng gondok tanaman ini juga ditemukan di hutan amazon, sesuatu yang amazon-amazon pasti memiliki jiwa bar-bar, dan benar saja di amerika utara tanaman ini digolongkan tanaman invasif yang cenderung mendominasi suatu wilayah yang ia tempati, sehingga menghadirkan tanaman ini dikolam anda harus dipertimbangkan dengan baik juga, karena membutuhkan perhatian yang ekstra, frogbit termasuk tanaman mengapung yang berguna sebagai filterasi air juga serta tempat ikan ikan bernaung. Bila jumlahnya sedikit kolam menjadi indah dilihat, tetapi menjadi sesak apabila populasi tidak terkontrol dengan baik

7. Genjer – Limnocharis flava

Hidup di rawa-rawa tanaman genjer memiliki bentuk dan tekstur yang khas, pemanfaatannya lebih kepada konsumsi masyarakat, hmmm sayur yang enak kwkw, anda harus coba, tanaman ini memiliki potensi menjadi tanaman hias air, pertumbuhan yang mudah, daun yang indah, postur tanaman yang tegak serta bunga yang tidak memandang musim dan tahan terhadap hama, merupakan alasan yang ideal tanaman ini digunakan sebagai tanaman hias, tunggu saja akan saya gunakan tanaman ini sebagai tanaman hias disetiap rancangan uma landscape kwkw, apakah ini nafsu seorang tukang taman hmmm ckckck

8. iris – Neomarica longifolia

Bisa dikatakan tanaman iris tanaman amfibi selain hidup didekat aliran sungai tanaman iris bisa hidup ditempat yang cukup kering, tanaman iris memiliki 260 – 300 spesies, jadi bisa dikatakan tempat hidupnya juga beragam, iris bisa tumbuh melalui rimpang atau bunga, warna bunga iris cukup beragam tetapi umumnya di indonesia berwarna kuning, iris cocok menjadi tanaman tirai hal ini karena postur yang melebar seperti kipas 

9. Lidi air – Typha Angustifolia

Tanaman lidi air termasuk tanaman yang tahan garam, hal ini terlihat dari kehadirannya di muara-muara sungai, salah satu ciri tanaman lidi air terdapat pentol di ujung daun, yang mana termasuk dalam kekeluargaan cat tail, tekstur batang halus dan dibagian pangkal cenderung berwarna kuning, tanaman ini menyukai tanah berawa, ketinggian lidi air dapat mencapai dua meter lebih, biasanya lidi hadir pada bagian depan hotel maupun resort

10. Melati air – Mexican Sword Plant

Merupakan tanaman air yang akarnya menempel pada dasar kolam, bentuk daun melati air sama dengan tanaman genjer, tetapi tekstur melati air cenderung kasar, memiliki bunga berwarna putih yang berbunga setiap buku, sehingga terlihat memanjang, melati air cenderung menyukai air dangkal belumpur, banyak digunakan sebagai dekorasi dengan ditanamani pada pot air, tanaman ini akan mudah layu apa bila kekurangan air

11. Papirus – Cyperus isocladus

Tanaman papirus merupakan tanaman yang cukup banyak dikenal orang hal ini karena papirus merupakan salah satu bahan pertama kertas, memiliki postur yang tinggi besar dibanding saudara lokalnya rumput payung dan juga daun yang berumbai, dengan posturnya yang besar, dapat menjadi tanaman tirai yang memberikan batasan visual, akar tanaman papirus berada di dasar air, penanaman tanaman papirus perlu mempertimbangkan besaran kolam, karena menciptakan suasana sempit apabila kolam terlalu kecil

12. Pegagan air – Hydrocotyle verticillata

Merupakan tanaman yang tumbuh pada area menggenang atau cenderung basah, memiliki postur yang mungil membuatnya cocok menjadi tanaman ground cover atau filler tanaman lainnya, memiliki saudara yang mirip, yaitu tapal kuda, perbedaan pada daun, tapal kuda memiliki daun bertekstur kasar ( berbulu ) dengan bentuk daun menjari, di alam bebas pegagan air dapat ditemukan dipinggiran sungai atau sawah

13. Pisang air – Typhonodorum lindleyanum

Apabila tanaman pisang lain akan mati terendam air maka sebaliknya tanaman pisang air merupakan tanaman aquatic yaitu hidup di air, tapi sebenarnya memang tidak ada unsur kedekatan dengan keluarga pisang-pisangan tetapi malah dari keluarga talas-talasan, atau Araceae, bisa dilihat dari daunnya yang mirip daun talas, dengan postur yang menjulang di tengah kolam, pisang air cocok menjadi tanaman center yang menarik perhatian, karena hal itu juga pengisian tanaman kontras lain perlu diperhatikan sehingga tidak ada perebuan perhatian kecuali kalo konsep tanaman beauty in chaos atau keindahan dalam kekacuan kwkw

14. Pontederia cordata – Pontederia cordata

Memiliki postur seperti water canna, tanaman pontederia cordata masih sangat awam dikenal petaman maupun masyarakat umum, ini bisa dilihat dari namanya sendiri yang belum memiliki serapan umum dan masih mengunakan nama ilmiah, memiliki postur yang besar, bunga berawarna ungu, berjenis tanaman marjinal yang hidup di pinggiran sungai atau kolam, penggunaannya lebih kepada fungsi estetik dibandingkan manfaat lingkungan

15. Rumput payung – Cyperus alternifolius

Merupakan papirus lokal, perbedaan mendasar dari papirus isocladus adalah postur dari rumput payung jauh lebih kecil, atau bisa dikatakan relatif mungil dengan daun menjari seperti bintang laut, tumbuh dirawa ataupun tepian sungai, rumput payung sangat cocok menghiasi kolam dengan luasan mungil

16. Seroja – Nelumbo nucifera

Dikenal juga dengan nama lotus, kebanyakan orang masih bingung bedanya tertatai dan seroja, seroja memiliki daun menjulang diatas air sedangkan tanaman teratai daunnya mengapung diatas air, secara mendasar kedua akar tanaman tersebut sama, yaitu terdapat di dasar kolam, kedua tanaman ini menyukai air yang tidak memiliki arus, keberadaan kedua tanaman ini indah apabila dalam jumlah terbatas, sehingga kontrol jumlah sangat diperlukan untuk mempertahankan keindahannya

17. Teratai – Nymphaea

Mengapung pada permukaan air, teratai memiliki banyak varian seperti teratai vicotria yang berukuran besar dan teratai mini, dengan daun yang lebar teratai cocok menjadi penutup air, hal ini cukup penting karena mempengaruhi pertumbuhan lumut hijau, semakin banyak yang tidak tertutupi maka semakin cepat pertumbuhan lumut hijau di kolam yang tidak mengalir atau berfilter, akar tumbuhan teratai terletak di dasar kolam

18. Water canna – Thalia dealbata

Memiliki daun seperti pontederia cordata, sehingga kita akan cukup susah membedakan keduanya, hal yang paling mudah udh kita mengingat bedanya water canna adalah, batang penyokong bunga, pada water canna bunga disokong oleh batang yang tumbuh untuk bunga, tidak seperti pontederia, bunga tumbuh di batang daun, hal yang membedakan lainnya bunga dan batang water canna relatif mungil, akar watercanna terletak di dasar kolam

19. Water poppy – Hydrocleys nymphoides

Bunga berwarna kuning seperti tananaman pukul delapan, dan daun bulat menjulang seperti seroja, itulah gambaran tanaman water poppy, seperti tanaman mengapung lainnya, tanaman ini juga memiliki kemampuan invasif yang tinggi seperti eceng gondok, keindahan tanaman water poppy akan dapat dinikmati apabila dalam jumlah terbatas, lebih dari itu akan membuat kolam menjadi sumpek dengan pertumbuhan yang begitu cepat

Komentar on Tanaman air penghias taman

Tinggalkan komentar

WhatsApp chat