Mengulas pengaplikasian lansekap pada kilogram cofee bandung

Hal yang menyenangkan adalah membedah karya lansekap arsitektur pada suatu preseden nyata, kali ini kilogram cofee, merupakan bangunan mixed use antara ruang kerja dan warung kopi, konsep yang diusung selain komersial adalah harmonisasi desain dengan ruang kerja yang sudah ada.

Terinspirasi oleh arcdaily, ada keinginan pribadi untuk memperkaya khazanah dialektika arsitektur lanskap di Indonesia, mewarnai sesuatu hal adalah pekerjaan yang menyenangkan apabila dibawa dengan canda dan tawa and ketekunan juga, ngumpung saya masih pengangguran tidak ada salahnya mengisi waktu dengan membedah karya arsitektur orang lain hehehe, pembedahan ini dilakukan melalui artikel yang sudah terbit dahulu di arcdaily, tidak menggunakan sumber lain karena malas ribet, salam hayaya.

Kesan pertama ketika melihat cafe ini adalah rasa takjub bagaimana tidak, tanaman pakis yang berampah (sangat banyak) di kalimantan bisa ditata sedemikian rupa membentuk susunan yang cantik, lampu sorot yang diletakan pada kumpulan pakis di tanah memberikan exposure lebih, menjadikannya kriya yang mendukung suasana hangat dengan lampu kuningnya serta psikologi ruang pengunjung menjadi lebih luas ketika area pakis ter sinari, tidak hanya area gelap saja.

Pada unsur pengerasan, penggunaan kisi baja dijadikan pengarah sirkulasi, selain fungsi sirkulasi, kisi baja menjadi fondasi yang stabil digunakan sebagai tempat menaruh furniture seperti di foto ke dua, pengerasan lainnya berupa slab besar dengan finishing beton kasar, penaburan kerikil pada area selain tanaman pakis cukup menarik, karena akan meringankan perawatan dengan mencegah rumput liar

Hal yang perlu diperhatikan ketika menggunakan tanaman pakis adalah kontrol kepadatan, dengan pertumbuhan yang cepat, tidak butuh lama untuk tanaman pakis memadati area tanamnya, kontrol ini sangat perlu untuk menghindari kesan sesak, pohon solobium merupakan pilihan tepat karena memiliki tajuk pada ujungnya saja, ini mendorong kesan lapang, tetapi hal yang menjadi catatan pada rancangan di kilo cofee, peletakannya yang terlalu dekat dengan bangunan menjadikan atap sebagai area yang mendapat jatuhan daun mati, apabila terlalu banyak, mempercepat kerusakan apalagi kalau tidak dibersihkan secara berkala

Tanaman hanjuang yang kontras dan tunggal merupakan ide yang cemerlang, diibaratkan seperti penanda pintu masuk, dan spider lily menjadi tanaman pengiring yang menyambut pengunjung cafe atau pengguna ruang kerja, sekian artikel ” Mengulas pengaplikasian lansekap pada kilogram cofee bandung “  apabila ada kritik saran silakan komentar di bawah ini, terima kasih

Respond For " Mengulas pengaplikasian lansekap pada kilogram cofee bandung "

WhatsApp chat